YOGYAKARTA โ Universitas Gadjah Mada (UGM) telah sukses menyelenggarakan forum strategis bertajuk “Meet & Greet AI Innovation” pada Kamis, 29 Januari 2026. Bertempat di Ruang Multimedia 1, Kantor Pusat UGM, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi bagi para peneliti, dosen, dan praktisi lintas bidang untuk mempercepat akselerasi riset berbasis Kecerdasan Buatan (AI) di lingkungan universitas.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon terhadap tingginya minat peneliti lintas disiplin dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan akademik. Kepala Biro Transformasi Digital UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, M.T., memaparkan perkembangan terkini mengenai kerja sama inovasi AI yang telah terjalin dengan mitra industri global seperti NVIDIA, Indosat, Telkom, dan IndoMobil.
Dalam sesi diskusi, tiga pakar UGM membagikan hasil riset dan inovasi unggulan mereka:
1. Dr. Dian K. Nurputra, Ph.D. mempresentasikan pengembangan e-Nose TB sebagai solusi diagnostik kesehatan berbasis AI yang akurat.
2. Ir. Andri Prima Nugroho, Ph.D. mengulas konsep Smart Farming yang mentransformasi digitalisasi lahan menjadi sistem pengambilan keputusan cerdas, termasuk implementasi irigasi SIPASI dan deteksi stres tanaman menggunakan algoritma YOLO.
3. Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. memaparkan pemanfaatan AI dalam bidang Seismologi untuk deteksi dini gempa bumi, monitoring gunung api, serta eksplorasi sumber daya panas bumi.
Pertemuan ini berhasil mengidentifikasi potensi program riset kolaboratif yang siap diimplementasikan untuk mendukung transformasi digital UGM. Selain pembentukan jejaring antar periset, forum ini juga menghasilkan draf praktik terbaik (best practices) dan rekomendasi strategis untuk menyempurnakan roadmap teknologi informasi di universitas.
Melalui sinergi ini, UGM berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem digital yang unggul dan inovatif guna meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.