YOGYAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop 3 Program AI Talent Factory (AITF) pada 2–3 Juni 2026 di Ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM, Yogyakarta.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian Program AI Talent Factory yang bertujuan memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia melalui pengembangan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Program tersebut dirancang sebagai wadah pembelajaran dan kolaborasi yang mendorong peserta mengembangkan solusi AI yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sektor publik.
Pada workshop ketiga ini, peserta mempresentasikan perkembangan proyek Fase 3 yang tengah mereka kerjakan sekaligus memperoleh masukan dari mentor, tutor teknis, dan para ahli. Kegiatan juga difokuskan pada persiapan menuju Demo Day, evaluasi capaian peserta, serta penguatan arah pengembangan solusi yang sedang dibangun.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi diskusi intensif dan presentasi berbagai use case yang berfokus pada bidang komunikasi publik dan media. Beberapa solusi yang dipresentasikan meliputi Dashboard Monitoring dan Evaluasi, Model Narasi Isu, Model Strategi Komunikasi, serta pengembangan solusi berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) dan Minimum Viable Product (MVP).
Melalui forum ini, peserta memperoleh kesempatan untuk menguji kematangan solusi yang dikembangkan, mengidentifikasi tantangan teknis maupun implementatif, serta menyusun rencana tindak lanjut menuju tahap demonstrasi akhir.
Kolaborasi antara Komdigi dan UGM diharapkan dapat menghasilkan talenta AI yang adaptif, kritis, dan solutif, sekaligus mendorong lahirnya inovasi kecerdasan buatan yang mampu mendukung kebutuhan komunikasi publik dan penguatan ketahanan informasi di Indonesia.
Workshop 3 AI Talent Factory menjadi momentum penting dalam memastikan setiap tim mampu menghasilkan solusi AI yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital nasional.